jasa pembuatan sertifikat halal
Memahami Aturan Impor Alat Kesehatan

Memahami Aturan Impor Alat Kesehatan

Memahami Aturan Impor Alat KesehatanPerdagangan alat kesehatan menjadi sangat penting di era globalisasi yang semakin berkembang. Selama proses impor alat kesehatan, sangat penting untuk memahami secara menyeluruh aturan dan regulasi yang mengatur tindakan ini. Pendahuluan ini akan membahas betapa pentingnya bagi importir alat kesehatan untuk memahami peraturan karena peran mereka yang penting dalam menyediakan kebutuhan kesehatan masyarakat.

Memahami peraturan importir akan memungkinkan proses impor yang efektif, memastikan ketersediaan peralatan kesehatan berkualitas tinggi, dan mematuhi standar kualitas dan keamanan yang ditetapkan oleh pihak berwenang. Mari bicara lebih lanjut tentang pentingnya memahami peraturan importir alat kesehatan untuk memastikan bahwa masyarakat menerima peralatan kesehatan yang aman dan efisien.

Memahami Aturan Impor Alat Kesehatan
Memahami Aturan Impor Alat Kesehatan

Apa Itu Izin Edar Alat Kesehatan?

Izin Edar merupakan kewenangan untuk Alat Kesehatan, Alat Kesehatan Diagnostik In Vitro, dan PKRT yang dihasilkan atau diimpor oleh produsen, serta didistribusikan di wilayah Negara Republik Indonesia. Izin ini diberikan setelah melalui penilaian menyeluruh terkait aspek keamanan, mutu, dan manfaat dari produk tersebut. Izin Edar menjadi landasan penting untuk memastikan bahwa produk tersebut memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga dapat dijamin keberlanjutan keamanan dan kemanfaatannya bagi masyarakat Indonesia.

Pengelompokan dan Pendaftaran Alat Kesehatan

Alat kesehatan dapat dikelompokkan dan didaftarkan dalam satu permohonan izin edar. Persyaratan pendaftaran untuk alat kesehatan yang dikelompokkan harus sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 62 Tahun 2017 tentang Izin Edar Alat Kesehatan, Alat Kesehatan Diagnostik In Vitro, dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Informasi lengkap mengenai setiap alat kesehatan dan alat kesehatan diagnostik in vitro yang dikelompokkan harus disertakan sebagai bagian dari permohonan izin edar.

Jika beberapa alat kesehatan atau alat kesehatan diagnostik in vitro berasal dari pemilik produk yang berbeda dan digabungkan, pemilik produk yang melakukan penggabungan harus memenuhi persyaratan permohonan izin edar yang berlaku. Ini melibatkan penunjukkan dari semua pemilik produk asal kepada pemilik produk yang melakukan penggabungan atau pengelompokan. Tanggung jawab pemilik produk yang mengelompokkan mencakup pengendalian pasca pemasaran dan jaminan purna jual untuk alat kesehatan dan alat kesehatan diagnostik in vitro tersebut.

Persyaratan administrasi dan teknis untuk setiap alat kesehatan dan alat kesehatan diagnostik in vitro yang dikelompokkan mengacu pada ketentuan pendaftaran izin edar yang berlaku dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bagaimana Penulisan Penulisan Nomor Izin Edar Alat Kesehatan ?

Nomor izin edar untuk alat kesehatan dituliskan dalam format berikut:

  1. Alat kesehatan dalam negeri: KEMENKES RI AKD XXXXXXXXXXX
  2. Alat kesehatan impor: KEMENKES RI AKL XXXXXXXXXXX
  3. PKRT dalam negeri: KEMENKES RI PKD XXXXXXXXXXX
  4. PKRT impor: KEMENKES RI PKL XXXXXXXXXXX

Apa Saja Jenis Layanan Izin Edar Jenis Layanan Izin Edar Alat Kesehatan?

Jenis layanan yang dapat diberikan untuk izin edar Alat Kesehatan Diagnostik In Vitro dan PKRT adalah sebagai berikut:

  1. Permohonan Baru
  2. Permohonan Perpanjangan
  3. Permohonan Perubahan
  4. Permohonan Perpanjangan dengan perubahan

Izin Edar Elektronik

  1. Izin Edar Alat Kesehatan, Alat Kesehatan Diagnostik In Vitro, dan PKRT diterbitkan secara elektronik tanpa cap dan tanda tangan basah.
  2. Setelah menerima pemberitahuan melalui email dan SMS, izin edar Alat Kesehatan, Alat Kesehatan Diagnostik In Vitro, dan PKRT yang telah selesai dapat diakses di http://www.regalkes.kemkes.go.id.

Prosedur Pengajuan Sertifikat Bebas Jual (CFS) untuk Produk Impor

Sertifikat Bebas Jual (Certificate of Free Sale/CFS) untuk produk impor merupakan dokumen resmi yang menyatakan bahwa Alat Kesehatan, Alat Kesehatan Diagnostik In Vitro, dan PKRT impor telah resmi mendapatkan izin edar dan dapat secara bebas dijual di pasar Indonesia.

Distributor yang memiliki izin edar bertanggung jawab atas pengajuan sertifikat bebas jual (CFS) untuk produk impor. Masa berlaku sertifikat bebas jual adalah 2 (dua) tahun sejak tanggal penerbitan. Berikut adalah persyaratan yang harus dipenuhi:

  1. Penyampaian Surat Permohonan kepada Direktur Penilaian Alat Kesehatan dan PKRT dengan menggunakan kop surat perusahaan.
  2. Penyampaian informasi produk yang mencakup nama produk, nomor izin edar, bahan baku/aktif, kegunaan, tipe/ukuran, spesifikasi, kemasan, penandaan, dan informasi negara tujuan.
  3. Menyertakan sertifikat distribusi Alat Kesehatan yang masih berlaku.
  4. Menyertakan izin edar yang masih berlaku beserta penandaan yang telah disetujui.

Mekanisme Izin Pemasukan Alat Kesehatan tanpa Izin Edar melalui Jalur Khusus

Surat Keterangan Impor Khusus (Special Access Scheme) adalah izin untuk memasukkan alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar yang sangat diperlukan ke dalam wilayah Indonesia melalui mekanisme jalur khusus untuk tujuan penelitian, bantuan, hibah, atau donasi. Dalam beberapa kasus, itu dapat digunakan sendiri.

Kesimpulan

Dalam proses impor alat kesehatan, pemahaman aturan dan regulasi menjadi kunci, Importir alat kesehatan bertanggung jawab menyediakan peralatan medis berkualitas, memastikan kepatuhan standar kualitas dan keamanan. Izin Edar Alat Kesehatan menjadi penjamin bahwa barang yang dijual sesuai dengan persyaratan otoritas kesehatan. Penulisan nomor izin edar sesuai format, dan pengelompokan alat kesehatan mempercepat proses izin edar.

Sertifikat bebas jual dan surat keterangan impor khusus menjadi alat penting untuk menjamin ketersediaan barang. Pemahaman layanan izin edar dan prosedur sertifikasi memperlancar distribusi alat kesehatan. Secara keseluruhan, kepatuhan terhadap regulasi adalah kunci untuk menyediakan peralatan kesehatan yang aman, berkualitas tinggi, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Untuk melakukan sertifikasi alkes impor anda bisa menggunakan jasa alat Kesehatan dari CV Permatamas Indonesia. Kami CV Permatamas Indonesia menyediakan pelayanan yang meliputi izin alkes, izin kosmetik, izin pkrt, sertifikasi halal dan penda ftaran merek. Segera hubungi kami untu informasi lebih lanjut dan konsultasi secara gratis melalui kontak 085219385505 atau kunjungi kantor kami di Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61, Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.

Cara Urus Daftar Izin Penyalur Alat Kesehatan (IPAK)

Cara Urus Daftar Izin Penyalur Alat Kesehatan (IPAK)Proses perolehan Izin Penyalur Alat Kesehatan (IPAK) tidak hanya mencakup pemenuhan standar kualitas dan keamanan, tetapi juga melibatkan persyaratan terkait badan usaha yang harus memiliki bentuk hukum yang sah. Penting bagi perusahaan Penyalur Alat Kesehatan (PAK) untuk memiliki izin yang dikeluarkan oleh badan usaha yang berbentuk hukum sebagai salah satu dasar legalitasnya.

Layanan urus IPAK (Izin Penyalur Alat Kesehatan)
Cara Urus Daftar Izin Penyalur Alat Kesehatan (IPAK)

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha untuk mendapatkan IPAK tertera secara jelas dalam Pasal 12 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1191 Tahun 2010. Dengan demikian, pemohon harus memahami dengan baik ketentuan-ketentuan tersebut guna memastikan kelengkapan dokumen dan proses pengajuan izin berjalan dengan lancar.

Apa Saja Persyaratan Wajib Yang Harus Dipenuhi Dalam Pengajuan Permohonan Izin Penyalur Alat Kesehatan?

Berikut adalah persyaratan wajib yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang berbentuk badan hukum untuk memperoleh Izin Penyalur Alat Kesehatan (IPAK):

  1. Legalitas Badan Usaha:
    • Perusahaan wajib berbentuk badan hukum dan telah memperoleh izin usaha sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  2. Nomor Induk Berusaha (NIB):
    • Jika diperlukan, perusahaan harus sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sesuai dengan regulasi yang berlaku.
  3. Penanggung Jawab Teknis:
    • Perusahaan harus memiliki penanggung jawab teknis yang bekerja penuh, dengan latar belakang pendidikan yang sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
  4. Sarana dan Prasarana:
    • Perusahaan wajib memiliki sarana dan prasarana yang memadai, termasuk ruangan untuk kantor administrasi dan gudang, dengan status milik sendiri, kontrak, atau sewa minimal 2 tahun.
  5. Bengkel atau Kerjasama:
    • Bagi perusahaan yang mendistribusikan alat kesehatan yang memerlukan jaminan purna jual, harus memiliki bengkel atau menjalin kerjasama dengan perusahaan lain untuk melaksanakan layanan tersebut.
  6. Penerapan Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB):
    • Perusahaan harus memastikan bahwa proses distribusi alat kesehatan dilakukan sesuai dengan standar Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB) yang ditetapkan.

Proses Pengurusan IPAK Secara Online: Langkah-langkah yang Harus Diikuti

Setelah memenuhi semua persyaratan yang telah diuraikan, perusahaan dapat melanjutkan proses pengurusan Izin Penyalur Alat Kesehatan (IPAK) melalui layanan online yang disediakan di http://www.regalkes.depkes.go.id. Proses ini mengikuti beberapa tahap yang perlu diperhatikan dengan seksama:

  1. Pendaftaran Online:
  2. Pengisian Persyaratan:
    • Selanjutnya, pemohon diwajibkan mengisi semua persyaratan dengan lengkap melalui proses registrasi online.
  3. Proses di Unit Layanan Terpadu:
    • Jika pemohon melakukan proses perizinan di unit layanan terpadu, diperlukan Kartu Pengenal (ID Card) dari perusahaan atau surat kuasa sebagai persyaratan.

Tahapan dan Langkah-Langkah Setelah Pendaftaran (IPAK)

Setelah proses pendaftaran selesai, pengurusan IPAK kemudian dilalui melalui tiga tahap berikut:

  1. Tahap Rekomendasi:
    • Pada tahap ini, dilakukan verifikasi dan pemeriksaan sarana oleh Dinas Kesehatan Provinsi sesuai peraturan yang berlaku. Keluaran dari tahap ini adalah rekomendasi dari kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan laporan Berita Acara Pemeriksaan Sarana penyalur.
  2. Tahap Pra Registrasi:
    • Tahap evaluasi kelengkapan persyaratan pada tahap awal. Jika persyaratan pra registrasi telah terpenuhi, perusahaan dapat melanjutkan dengan pembayaran PNBP sesuai ketentuan.
  3. Tahap Registrasi:
    • Tahap evaluasi dan verifikasi kelayakan sarana dalam memenuhi standar Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB). Jika perlu, tim evaluasi dapat melakukan pemeriksaan langsung ke sarana. Output dari tahap registrasi berupa Persetujuan IPAK, surat tambahan data, atau surat penolakan.

Meskipun proses pengurusan IPAK melibatkan tiga tahapan yang cukup detail, setelah berhasil mendapatkan izin, perusahaan dapat secara legal menyalurkan alat kesehatan. Penyaluran tersebut dikategorikan ke dalam lima macam berdasarkan kemampuan dari sarana distribusi alat kesehatan, Alat Kesehatan ini mencakup Alat Kesehatan Elektromedik Radiasi, Alat Kesehatan Elektromedik Non Radiasi, Alat Kesehatan Non Elektromedik Steril, Alat Kesehatan Non Elektromedik Non Steril, dan Produk Diagnostik Invitro. Semoga penjelasan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses pengurusan IPAK.

Apakah Anda berminat untuk mengurus Izin Penyalur Alat Kesehatan (IPAK)? CV Permatamas Indonesia siap memberikan bantuan dan jasa dalam proses pengurusan permohonan izin peyalur alat Kesehatan ini.

Kami adalah tim profesional dengan pengalaman mendalam, siap membantu Anda dalam pengurusan Izin Edar Kosmetik, Izin Edar PKRT, Sertifikasi Halal, dan Pendaftaran Merek. Nikmati layanan konsultasi gratis, harga yang kompetitif, serta proses yang mudah dan cepat. Jangan ragu untuk menghubungi kami di nomor 085777630555 atau kunjungi kantor kami di Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.

 

Sertifikasi Halal Untuk Produk Biologi, Obat, dan Alat Kesehatan

Sertifikasi Halal Untuk Produk Biologi, Obat, dan Alat Kesehatan

Sertifikasi Halal Untuk Produk Biologi, Obat, dan AlkesDalam era globalisasi ini, di mana berbagai produk kesehatan mengalami perkembangan pesat, penting bagi konsumen untuk memiliki keyakinan akan kualitas dan keamanan produk yang gunakan. Salah satu aspek yang semakin ditekankan adalah sertifikasi halal, terutama untuk produk biologi, obat, dan alat kesehatan (alkes).

Sertifikasi halal bukan hanya sekadar label, tetapi juga menjadi jaminan bahwa produk tersebut memenuhi standar kehalalan yang ketat. Dalam konteks produk kesehatan, termasuk produk biologi, obat, dan alat kesehatan, sertifikasi halal menjadi landasan kepercayaan dan keamanan bagi konsumen, khususnya bagi mereka yang menjunjung tinggi prinsip kehalalan dalam gaya hidup dan nilai-nilai agama.

Artikel ini akan membahas secara lebih mendalam mengenai pentingnya sertifikasi halal untuk produk biologi, obat, dan alat kesehatan. Dengan memahami signifikansi sertifikasi halal, konsumen dapat membuat keputusan yang lebih cerdas dan berbasis informasi ketika memilih produk kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain itu, produsen dan pihak terkait di industri kesehatan juga dapat lebih memahami peran sertifikasi halal sebagai upaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk di pasaran global.

Apa itu Sertifikasi Halal, Produk Biologi, Obat dan Alat Kesehatan?

Pengertian Sertifikasi halal adalah pengakuan resmi bahwa suatu produk wajib sesuai dengan prinsip kehalalan dalam Islam, yang diterbitkan oleh lembaga halal. Sedangkan Produk biologi adalah barang yang mengandung bahan dari manusia, hewan, atau mikroorganisme yang dibuat dengan cara biasa atau metode bioteknologi.

Selain itu, Obat adalah zat kimia atau biologis yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit. Kemudian, Alat Kesehatan merupakan instrumen atau mesin yang digunakan untuk berbagai keperluan kesehatan, seperti mendiagnosis atau merawat penyakit.

Sertifikasi Halal Untuk Produk Biologi, Obat, dan Alat kesehatan

Menurut peraturan Nomor 6 Tahun 2023 Tentang Sertifikasi Halal Obat, Semua obat dan produk biologi serta alat kesehatan yang beredar lalu diperdagangkan di Indonesia harus wajib memiliki sertifikasi halal sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Apa saja Jenis-jenis Bahan Obat dalam Sertifikasi Halal?

Dalam ketentuan sertifikasi halal, bahan obat melibatkan kategori yang luas, termasuk obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, obat tradisional, suplemen kesehatan, dan obat kuasi. Penting untuk dicatat bahwa obat golongan narkotika dan psikotropika dikecualikan dari kriteria sertifikasi halal ini.

Apa Saja Komponen Produk Biologi yang Diperlukan dalam Sertifikasi Halal?

Produk Biologi harus memiliki komponen minimal terdiri dari enzim, antibodi monoklonal, hormon, sel punca, terapi gen, vaksin, produk darah, produk rekombinan DNA, dan immunosera.

Bagaimana Peran Alat Kesehatan dan Unsur Hewan dalam Sertifikasi Halal?

Alat Kesehatan, termasuk reagen in uitro, kalibrator, perangkat lunak, dan bahan atau material yang digunakan tunggal atau kombinasi, dapat mengandung obat yang tidak mencapai kerja utama pada tubuh manusia melalui proses farmakologi, imunologi, atau metabolisme. Alat Kesehatan dari atau mengandung unsur hewan hanya berlaku bagi yang berasal dari hewan dan/atau mengandung unsur hewan.

Perlu di ingat Sertifikasi Halal ini tidak hanya untuk produk yang berasal dari bahan halal saja, tetapi juga perlu memperhatikan proses pembuatannya agar sesuai dengan prinsip-prinsip kehalalan. Ini mencakup dengan aspek-aspek teknis produksi yang harus memastikan bahwa seluruh tahap pembuatan produk. Berikut dibawah ini cara pembuatan sertifikasi halal!

Bagaimana Tahapan dan Kriteria Cara Pembuatan Sertifikasi Halal?

Cara pembuatan sertifikasi halal melibatkan tahapan tahapan berikut:

  1. Penyediaan bahan
  2. Pengolahan,
  3. Penyimpanan, dan
  4. Pengemasan.

Dengan fokus pada kehalalan obat, Produk Biologi, dan Alat Kesehatan, proses pembuatan yang halal ini mematuhi kriteria yang terinci, termasuk:

  1. Komitmen dan tanggung jawab;
  2. Pemilihan dan penggunaan bahan yang sesuai;
  3. Proses produksi yang memastikan kehalalan;
  4. Kualitas produk yang memenuhi standar kehalalan; dan
  5. Sistem pemantauan dan evaluasi yang terus-menerus.

Dengan memperhatikan setiap aspek ini, sertifikasi halal dijamin mencakup seluruh rangkaian proses pembuatan, memastikan bahwa obat, Produk Biologi, dan Alat Kesehatan memenuhi standar kehalalan yang ditetapkan.

Kriteria Penggunaan Bahan dalam Proses Pembuatan yang Memenuhi Standar Kehalalan

Dalam aspek penggunaan bahan untuk proses pembuatan yang halal, terdapat kriteria-kriteria khusus:

Sertifikat Halal

  • Setiap bahan harus dilengkapi dengan sertifikat halal, kecuali untuk kategori bahan tidak kritis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kesesuaian dengan Syariat Islam

  • Bahan tidak boleh berasal dari bahan yang diharamkan menurut syariat Islam dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemisahan Fasilitas Produksi

  • Proses pembuatan harus terpisah dari fasilitas produksi yang digunakan untuk membuat produk yang tidak halal.

Pencegahan Kontaminasi:

  • Bahan harus dijaga agar tidak bercampur dan/atau bersinggungan dengan bahan yang diharamkan sesuai syariat Islam dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sumber Bahan Hewani:

  • Bahan hewani dan produk turunannya harus berasal dari hewan halal yang disembelih sesuai syariat Islam, kecuali bagi hewan halal yang secara syariat Islam tidak perlu disembelih.

Aspek Keamanan dan Kesehatan:

  • Bahan harus memenuhi aspek keamanan dan kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Penggunaan Alkohol/Etanol:

  • Bahan yang mengandung alkohol/etanol dapat digunakan, asalkan tidak berasal dari industri khamar yang secara medis tidak membahayakan dan tidak disalahgunakan.

Kesimpulan

Secara keseluruhan dalam membuat produk yang halal, kita memiliki standar ketat untuk penggunaan bahan. Setiap bahan yang digunakan harus memiliki sertifikat halal, kecuali untuk bahan yang tidak kritis. Penting untuk memastikan bahwa bahan berasal dari sumber yang halal dan tidak bersinggungan dengan yang tidak halal. Fasilitas produksi harus terpisah untuk memastikan kehalalan produk.

Selain itu, kita harus mencegah kontaminasi bahan dengan zat-zat yang diharamkan. Bahan hewani harus berasal dari hewan halal dan disembelih sesuai syariat Islam. Keamanan dan kesehatan bahan juga harus memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan. Penggunaan alkohol atau etanol diizinkan, tetapi harus dipastikan bukan dari industri khamar yang membahayakan secara medis. Dengan mengikuti proses ini, diharapkan produk yang dihasilkan memenuhi standar kehalalan.Top of Form

Solusi Terlengkap untuk Kelancaran Bisnis dan Kepatuhan Produk

Sebagai pelaku usaha yang ingin memperoleh sertifikasi halal dan layanan terkait, CV Permatamas Indonesia siap memberikan bantuan yang dibutuhkan. Kami tidak hanya menyediakan sertifikasi halal, tetapi juga dapat membantu Anda dalam proses perolehan izin PKRT, izin alat kesehatan (Alkes), izin edar kosmetik, dan pendaftaran merek.

Silakan hubungi kami melalui kontak 085777630555 untuk informasi lebih lanjut dan konsultasi yang lebih mendalam secara GRATIS. Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik demi mendukung kelancaran dan keberhasilan bisnis Anda. Alamat kantor kami di  Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.

Mengapa memilih kami?

Harga termurah dan transparan

PERMATAMAS memberikan service terbaik dengan harga terbaik.

Perizinan Proses Cepat

PERMATAMAS selalu kerja cepat, tepat, dan fokus pada kebutuhan kamu!

Konsultasi gratis

Konsultasi dengan PERMATAMAS gratis. Diskusikan kebutuhanmu dengan tim kami.

jasa pembuatan sertifikat halal

IZIN MEREK

Permatamas adalah perusahaan yang menyediakan jasa izin merek dagang bagi klien yang ingin melindungi merek dagang mereka

IZIN PKRT

Siap memberikan kemudahan dalam pengurusan Izin PKRT Lokal, Izin PKRT Impor, Izin PKRT Maklon dari sekala mikro, kecil, menengah dan besar seluruh Indonesia.

IZIN ALKES

Siap memberikan kemudahan dalam pengurusan Izin PKRT Lokal, Izin PKRT Impor, Izin PKRT Maklon dari sekala mikro, kecil, menengah dan besar seluruh Indonesia.

Copyright © 2011 PERMATAMAS INDONESIA – All Rights Reserved
a Support by Dokter Website Indonesia